Syair Bula Malino adalah salah satu peninggalan intelektual dan spiritual yang sangat berharga dari Sultan Muhammad Idrus, seorang sufi terkemuka dari Kesultanan Buton. Karya ini bukan sekadar bait-bait puisi, melainkan cerminan kedalaman spiritual dan kearifan budaya masyarakat Buton.
Tradisi Kabanti
Dalam tradisi lokal Buton, syair seperti Bula Malino dikenal dengan sebutan Kabanti. Kabanti merupakan nyanyian daerah yang sering dilantunkan dalam berbagai perhelatan besar di wilayah Kesultanan Buton. Tradisi ini berfungsi sebagai media komunikasi budaya dan penyampaian nilai-nilai luhur secara turun-temurun.
Kabanti Tanpa Musik
Identik dengan golongan bangsawan, biasanya berisi tentang ajaran sufisme, nasihat agama, dan pedoman hidup yang sakral.
Kabanti Beriringan Musik
Sering kali berisi tentang syair-syair percintaan dan ekspresi perasaan yang populer di kalangan muda-mudi sebagai bagian dari interaksi sosial.
Sumber: Supriyanto (2018)