Mate (Kematian) dalam perspektif budaya Buton dipandang sebagai fase sakral perpindahan roh yang dirayakan dengan penuh khidmat melalui perpaduan iman dan tradisi.
Integrasi Syariat & Adat
Pelaksanaan upacara kematian mengikuti rukun Islam (memandikan, mengkafani, menyembahyangkan, menguburkan) yang diperkaya dengan kearifan lokal Kaala atau Kadha, sebuah warisan turun-temurun untuk penghormatan keluarga ditinggalkan.
Filosofi Keberlanjutan Roh
Kematian dianggap sebagai sebuah perjalanan. Melalui serangkaian doa tuju hari hingga seratus hari, masyarakat Buton berupaya menjaga ikatan spiritual dengan leluhur dan memohonkan kelapangan jalan bagi almarhum.