Dongeng Ikan Marlin untuk Sultan merupakan cerminan dari struktur sosial dan tatanan kehormatan dalam tradisi Kesultanan Buton. Dalam narasi lisan ini, ditekankan betapa sakral dan istimewanya posisi seorang Sultan.
Tradisi Hidangan Raja
Menurut dongeng ini, Ikan Marlin dianggap sebagai spesies laut yang memiliki derajat tinggi. Aturan adat menetapkan bahwa jika nelayan berhasil menangkap ikan marlin, hasil tangkapan tersebut tidak boleh diperjualbelikan atau dikonsumsi oleh masyarakat umum, melainkan wajib diserahkan sebagai persembahan khusus untuk hidangan Sultan.
Makna Simbolis
Eksklusivitas ini melambangkan kesetiaan rakyat dan pengakuan atas kewibawaan pemimpin. Melalui dongeng ini, nilai-nilai loyalitas dan tata krama dalam bermasyarakat diajarkan secara halus dari generasi ke generasi.