Cucurangi adalah instrumen kepemimpinan adat Buton dalam mengatur ritme kehidupan agraris, memastikan setiap tahapan besar pertanian dilakukan dengan kesadaran kolektif.
Manajemen Siklus Pertanian
Berbeda dengan ritual individual, Cucurangi dilakukan secara terstruktur oleh perangkat adat. Ritual ini menjadi pintu masuk (gatekeeping) bagi masyarakat saat beralih dari fase persiapan menuju penanaman, serta dari fase perawatan menuju masa panen raya.
Fase Tanam
Menyiapkan tatanan batin dan fisik komunitas untuk bekerja keras di ladang dengan restu para leluhur.
Fase Panen
Wujud syukuri atas keberhasilan mengelola alam dan tanda berakhirnya siklus kerja tertentu dalam satu musim.
Cucurangi menjaga keseimbangan antara otoritas adat, kerja keras petani, dan keberlangsungan sumber daya alam.