Cikaa merupakan ritual pembuka dalam siklus agraris masyarakat Buton, yang menandai dimulainya hubungan spiritual antara petani, tanah, dan Sang Pencipta.
Filosofi Pra-Tanam
Dilaksanakan sesaat sebelum benih pertama ditaburkan, Cikaa berfungsi sebagai bentuk permohonan restu agar seluruh proses pertanian diberikan kelancaran. Masyarakat meyakini bahwa kesuburan tanah dan perlindungan tanaman dari hama merupakan anugerah yang harus dijemput melalui kerendahan hati dan doa.
Prosesi & Simbolisme
Dalam pelaksanaannya, masyarakat menyiapkan makanan tradisional dan bahan-bahan simbolis lainnya sebagai wujud syukur awal. Rapalan doa dipanjatkan dengan khidmat, mengharapkan bulir-bulir panen yang melimpah (berkah) untuk kesejahteraan komunal.